Transkrip

 

 

 

Kota-kota di pinggir Sungai Kapuas mengingatkan kota-kota perbatasan di film-film koboi.

Semakin banyak pendatang menyebabkan orang-orang Dayak semakin terdesak masuk ke pedalaman. Mereka menanam padi dengan cara berpindah-pindah tempat. Karena ladangnya jauh dari rumah, mereka sering tinggal dalam pondok-pondok yang didirikan di ladang.

Di ladang-ladang terdapat banyak pohon enau yang menghasilkan tuak, minuman yang sangat digemari oleh orang Dayak.

Tiada pesta tanpa tuak.

Orang Dayak senang sekali menggunakan warna-warna yang cerah. Mereka juga terkenal karena kerajinan manik-manik.

Salah satu atraksi dalam pesta besar adalah perahu hias yang berkeliling di sungai.

Yang paling khas untuk orang Dayak adalah rumah panjang, dimana seluruh kampung tinggal dalam satu rumah, penghuninya sampai 50 keluarga, bahkan ada rumah yang panjangnya mencapai 180 meter.

Di rumah panjang hiduplah kebudayaan asli, dengan berbagai bentuk seni, baik seni lukis, seni tenun, seni musik, maupun seni tari.

Salah satu suku dengan kebudayaannya yang masih asli adalah suku Iban yang hidup di dua sisi perbatasan, baik di wilayah Indonesia maupun di Malaysia.

Para tamu yang akan menginap di rumah panjang suku Iban disambut dengan tarian.